Buah Nektarin: Kandungan Nutrisi, Manfaat Kesehatan, dan Cara Mengolahnya

Buah Nektarin Makanan - Foto gratis di Pixabay - Pixabay

Nektarin, buah musim panas yang manis dan berair, adalah anggota keluarga Rosaceae. Berasal dari Cina, buah ini mirip dengan persik, tetapi memiliki kulit yang halus dan tidak berbulu. Daging buahnya yang kuning atau putih-kemerahan memiliki rasa yang menyegarkan dan sedikit asam, menjadikannya pilihan yang populer sebagai buah segar, salad buah, dan makanan penutup. Nektarin kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan, menjadikannya pilihan yang sehat dalam makanan seimbang.

Kandungan Nutrisi Buah Nektarin

Nektarin adalah buah batu yang manis yang memiliki kandungan nutrisi yang kaya. Berikut adalah kandungan nutrisi utama dalam 100 gram buah nektarin:

Kalori: 44
Total Lemak 0.3 g
Lemak Jenuh 0 g
Lemak Trans 0
Kolesterol 0 mg
Sodium 0 mg
Total Karbohidrat 10.6 g
Serat 1.7 g
Gula 7.9 g
Protein 1.1 g
Vitamin C 5.4 mg
Vitamin A 332 IU
Niasin 1.1 mg
Kalium 201 mg
Tembaga 0.1 mg
Vitamin E(Alpha Tokoferol) 0.8 mg

Selain nutrisi di atas, buah nektarin juga mengandung sejumlah kecil vitamin B kompleks, vitamin E, dan asam lemak omega-3. Kandungan nutrisi yang tinggi pada buah nektarin menjadikannya pilihan makanan sehat dan bergizi yang dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan.

Manfaat Buah Nektarin untuk Kesehatan

Buah nektarin, kerabat dekat persik, kaya akan berbagai nutrisi yang dapat membawa manfaat kesehatan yang signifikan. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari mengonsumsi buah nektarin:

Kaya Antioksidan

Nektarin merupakan sumber antioksidan yang baik, seperti vitamin C, beta-karoten, dan antosianin. Antioksidan ini membantu menetralkan radikal bebas, yang dapat merusak sel dan berkontribusi pada penyakit jantung. Dengan mengurangi stres oksidatif, nektarin dapat membantu melindungi jantung dari kerusakan dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Kaya Serat

Nektarin juga mengandung serat larut yang tinggi, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Serat larut mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan mencegahnya diserap ke dalam aliran darah. Dengan menurunkan kadar kolesterol, nektarin dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Kandungan serat tinggi pada nektarin tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jantung tetapi juga untuk pencernaan. Serat membantu menambah massa tinja dan melancarkan pergerakan usus, sehingga dapat mencegah sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

Baca juga:   Manfaat Air Kelapa Muda Untuk Ibu Hamil, Fakta vs Mitos!

Mengandung Prebiotik

Nektarin juga mengandung prebiotik, zat yang dapat memberi makan bakteri baik di usus. Bakteri baik ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang penting untuk kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Sumber Vitamin C

Nektarin merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, yang merupakan antioksidan kuat yang penting untuk kesehatan kulit. Vitamin C membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari dan polusi, serta membantu produksi kolagen, protein yang memberi struktur dan elastisitas pada kulit.

Mengandung Karotenoid

Buah nektarin juga mengandung karotenoid, seperti beta-karoten, yang dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Vitamin A membantu menjaga kelembapan dan kesehatan kulit, serta melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari.

Cara Mengolah Buah Nektarin agar Manfaatnya Optimal

Pemilihan Nektarin

Pilihlah nektarin yang matang sempurna, dengan kulit lembut dan sedikit mengkerut. Hindari nektarin yang memar atau lunak, karena dapat mengandung bakteri atau telah rusak.

Pencucian

Cuci nektarin secara menyeluruh di bawah air mengalir. Gunakan sikat lembut untuk menghilangkan kotoran atau pestisida yang menempel. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan saat dikonsumsi.

Pengupasan (Opsional)

Jika diinginkan, nektarin dapat dikupas menggunakan pisau pengupas. Namun, kulit nektarin mengandung sejumlah nutrisi, seperti serat dan antioksidan, sehingga disarankan untuk mengonsumsinya bersama kulitnya.

Penyimpanan

Simpan nektarin di lemari es dalam kantong plastik berlubang untuk menjaga kesegaran hingga 5 hari. Hindari menyimpan nektarin pada suhu kamar, karena dapat mempercepat pematangan dan pembusukan.

Konsumsi

Nektarin dapat dikonsumsi secara langsung, dijadikan salad buah, jus, atau smoothie. Untuk memaksimalkan manfaatnya, disarankan untuk mengonsumsi nektarin dalam keadaan segar atau segera setelah diolah.

Pertanyaan dan Jawaban Mengenai Buah Nektarin

Apakah buah nektarin baik untuk kesehatan?

Ya, nektarin sangat baik untuk kesehatan karena kaya akan nutrisi penting seperti serat, vitamin C, dan vitamin A. Buah ini juga mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Apa manfaat mengonsumsi buah nektarin?

Mengonsumsi buah nektarin dapat memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan kesehatan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mata, dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker tertentu.

Penutup

Buah nektarin merupakan sumber nutrisi penting yang memberikan banyak manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kesehatan jantung, pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh. Cara pengolahannya yang beragam, mulai dari dikonsumsi segar, diolah menjadi jus, atau sebagai bahan tambahan dalam berbagai hidangan, membuatnya mudah untuk dimasukkan ke dalam pola makan sehat. Dengan kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya yang kaya, nektarin menjadi pilihan buah yang sangat baik untuk dikonsumsi secara teratur sebagai bagian dari diet bergizi dan seimbang.