Herpes Pada Ibu Hamil Penyebab Herpes Pada Bayi, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Herpes Pada Ibu Hamil – Seorang wanita penderita herpes genital (kemaluan) dan virus tsb ada di saluran untuk melahirkan, maka virus herpes simpleks tsb dapat menular ke bayinya menyebabkan herpes pada bayi yang merupakan penyakit serius dan kadang berakibat fatal, mulai dari kerusakan sistem saraf hingga kematian.

Terapi pengobatan herpes pada bayi dengan antivirus memang dapat mencegah dan menurunkan dampak kerusakan sistem organ secara permanen, namun pada kebanyakan bayi yang mengalami infeksi serius tetap akan mendapatkan dampak buruk yang serius pula.

cara mencegah dan mengatasi herpes pada ibu hamil dan herpes pada bayi
image credit: gendermatters.in

Fakta Herpes Pada Ibu Hamil dan Herpes Pada Bayi

Memang betul, seorang ibu hamil dapat menularkan infeksinya pada bayinya. Ibu hamil yang menderita herpes genital pun dapat menularkan penyakit herpes pada bayi nya saat melahirkan. Penyakit herpes pada ibu hamil yang diderita sebelum kehamilan atau terjadi pada awal-awal kehamilan, maka potensi penularan penyakit infeksi herpes pada bayi tsb akan sangat rendah, kurang dari 1%.

Alasannya karena sistem kekebalan tubuh ibu hamil sudah memiliki antibodi yang diberikan pada bayinya juga melalui plasenta. Selain itu, setiap ibu hamil yang memiliki herpes genital akan diperiksa mengenai gejala / tanda-tanda herpes yang muncul sebelum melahirkan. Bila gejala herpes seperti lepuhan tsb akan muncul saat melahirkan maka dokter akan meminta ibu hamil untuk melahirkan melalui operasi sesar sehingga tidak akan menulari bayinya.

Risiko terjadinya herpes pada bayi akan tinggi (sekitar 30-50%) bila ibu hamil tsb terinfeksi pada masa-masa kehamilan akhir. Alasannya karena sistem kekebalan tubuh ibu hamil tsb belum siap untuk memproduksi antibodi yang cukup untuk melawan virus tsb. Selain itu, infeksi herpes yang baru terjadi biasanya lebih sering aktif sehingga meningkatkan kemungkinan adanya virus pada saluran untuk melahirkan. Bila Anda memiliki jenis herpes pada ibu hamil ini maka Anda sepatutnya lebih waspada dan segera mengkonsultasikannya ke dokter secepatnya.

Selain disebabkan oleh herpes pada ibu hamil, herpes pada bayi pun dapat juga terjadi pada minggu-minggu pertama setelah dilahirkan yaitu saat bayi tsb dicium oleh orang yang memiliki herpes mulut. Dalam beberapa kasus, herpes pada bayi pun dapat terjadi karena sentuhan lepuhan herpes dari penderita pada bayinya.

Cara Mencegah Herpes Pada Ibu Hamil

Bila Anda bukanlah penderita herpes dan ingin mencegahnya maka satu-satunya cara adalah berhati-hati saat akan melakukan hubungan seksual terutama pada masa trimester ketiga. Pastikan pasangan Anda terbebas dari jenis serangan virus herpes simpleks baik yang terjadi pada mulut maupun alat kelamin.

Untuk memastikan seseorang terkena herpes atau tidak sebaiknya lakukan pengujian herpes bagi Anda dan pasangan Anda terutama bila Anda sedang merencanakan kehamilan.

Bila Anda atau pasangan Anda mengalami gejala herpes atau hasil pengujian menunjukkan positif herpes, segeralah konsultasikan ke dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah penularan penyakit herpes pada bayi.

Cara Mengatasi Herpes Pada Ibu Hamil dan Mencegah Herpes Pada Bayi

Jika Anda seorang wanita, sedang hamil, memiliki herpes genital, dan peduli agar penyakit herpes tsb tidak menulari bayi Anda, maka berikut ini adalah beberapa tindakan pengobatan dan pencegahan yang dapat Anda lakukan:

  • Pastikan bidan atau dokter kandungan Anda mengetahui bahwa Anda mengalami herpes genital dan Anda sedang hamil. Tindakan pengobatan herpes pada ibu hamil yang biasanya akan dilakukan oleh dokter adalah memberikan obat antivirus untuk herpes baik yang berupa terapi harian atau terapi saat ada gejala herpes aktif. Segala risiko dan keuntungan terapi obat ini sebaiknya Anda diskusikan / konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Informasikan pada bidan / dokter kandungan Anda mengenai gejala herpes yang muncul / Anda alami seperti gatal, kesemutan, dan rasa nyeri di kemaluan.
  • Bila Anda memiliki gejala herpes yang aktif saat menjelang kelahiran, maka cara teraman adalah melakukan operasi sesar sehingga menghindarkan bayi terkena kontak dengan virus herpes di saluran untuk melahirkan.
  • Mintalah ke bidan / dokter kandungan untuk tidak memecahkan air ketuban saat melahirkan kecuali sangat terpaksa. Air ketuban dapat melindungi bayi dari serangan segala virus yang mungkin ada di saluran untuk melahirkan.
  • Mintalah ke bidan / dokter kandungan untuk tidak melakukan monitor melalui kulit kepala janin (scalp eletrodes) untuk mengetahui kecepatan denyut jantung janin kecuali untuk kasus darurat. Metode ini dilakukan dengan menusuk kulit kepala janin sehingga memungkinkan virus herpes masuk ke tubuh janin.
  • Mintalah ke bidan / dokter kandungan untuk tidak melakukan vacuum / forsep kecuali untuk kasus darurat.
  • Amati perkembangan bayi secara seksama terutama di 3 minggu pertama kelahiran. Bila buah hati Anda menujukkan beberapa gejala herpes pada bayi seperti ruam, demam, sensitive, atau kurang nafsu makan, segeralah periksakan bayi Anda ke dokter dan jangan lupa informasikan juga bila Anda memiliki herpes genital.
Baca juga:   Sering Mengalami Bibir Pecah-Pecah? Mungkin Penyakit Ini Penyebabnya!

Selain mencegah penularan herpes pada ibu hamil ke bayinya, sangatlah penting bagi Anda untuk tidak membiarkan siapapun yang memiliki herpes mulut mencium bayi Anda. Pastikan juga selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum menyentuh bayi Anda.

Amankah Melakukan Pengobatan Herpes Pada Ibu Hamil?

Banyak para ibu hamil merasa khawatir melakukan terapi anti virus saat kehamilan untuk menekan terjadinya gejala herpes genital saat trimester ketiga. Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Amerika Serikat sendiri menyetujui bahwa tidak ada obat anti herpes yang harus diberikan saat hamil. Walaupun demikian beberapa dokter tetap meresepkan asiklovir untuk mengatasi herpes pada ibu hamil di masa-masa akhir kehamilan. Beberapa penlitian menunjukkan bahwa terapi asiklovir harian pada bulan terakhir kehamilan dapat mencegah kambuhnya gejala herpes dan menurunkan kebutuhan operasi sesar. Namun beberapa ahli tetap menghawatirkan keamanan obat antivirus ini pada janin.

Walaupun produsen asiklovir sendiri tidak menyarankan penggunaan obat ini sebagai terapi herpes pada ibu hamil. Namun dari beberapa data dari ratusan wanita yang mengkonsumsi obat anti virus ini selama kehamilan tidak ditemukan bukti bahwa asiklovir dapat meningkatkan risiko kecacatan pada bayi ataupun memberikan dampak buruk pada kehamilan. Dengan bukti inilah, penggunaan asiklovir sebagai terapi herpes pada ibu hamil di akhir masa kehamilan menjadi semakin banyak digunakan.

Nah itulah informasi seputar herpes pada ibu hamil dan herpes pada bayi, cara mencegah dan mengatasinya. Semoga bermanfaat …

Sumber Referensi:
www.webmd.com/genital-herpes/guide/genital-herpes-pregnant; www.ashasexualhealth.org/stdsstis/herpes/herpes-and-pregnancy