Infeksi saluran pernafasan akut disebut juga sebagai ISPA merupakan salah satu jenis penyakit infeksi yang paling umum terjadi dan paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia, terutama anak-anak. Coba saja Anda perhatikan seberapa sering anak-anak ataupun balita mengalami batuk pilek. Walaupun dapat terjadi kapan saja, namun biasanya ISPA lebih sering muncul saat musim penghujan.

Gangguan penyakit infeksi saluran pernapasan akut ini dapat menyebabkan fungsi pernapasan seseorang menjadi terganggu. Bahkan bila tidak ditangani dengan baik, serangan infeksi dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan. Akibatnya tubuh tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Bila dibiarkan, maka dapat berakibat fatal dan mengancam jiwa.

Dalam jurnal infeksi saluran pernafasan akut, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyebutkan bahwa ada jenis ISPA yang cenderung menjadi epidemi (memicu wabah baru) dan pandemi (wabah yang meluas). Oleh karena itu, sering kali muncul penyakit ISPA baru seperti SARS (severe acute respiratory syndrome / gangguan pernapasan akut yang parah), infeksi flu burung pada manusia, dan ISPA lainnya yang dapat menular cepat dengan tingkat kematian tinggi.

Hidung beringus salah satu gejala infeksi saluran pernafasan akut
Hidung beringus salah satu gejala infeksi saluran pernafasan akut (image: aarp.org)

Pengertian ISPA

Infeksi saluran pernafasan akut adalah suatu penyakit infeksi yang menganggu proses pernapasan seseorang. Pada umumnya, jenis penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernapasan), dan paru-paru.

Sebetulnya ada 2 jenis infeksi saluran pernapasan, yaitu infeksi saluran pernapasan akut dan kronis. Dalam kasus ini, disebut infeksi saluran pernapasan akut karena penyakit infeksi ini dapat timbul seketika dan cepat memburuk.

Infeksi saluran pernafasan akut sendiri dapat menyerang saluran pernapasan atas (yang mempengaruhi hidung, sinus, dan tenggorokan) dan saluran pernapasan bawah (mempengaruhi saluran udara dan paru-paru).

Cara Penularan ISPA

Infeksi saluran pernapasan akut sangat mudah sekali menular. Penularan ISPA ini dapat secara langsung maupun tidak langsung, yang masuk melalui hidung, mulut, dan mata. Disebut langsung bila seseorang menghirup droplet / cairan yang keluar saat penderita bersin atau batuk. Penularan tidak langsung terjadi saat cairan yang mengandung virus / bakteri tsb menempel pada suatu benda, kemudian berpindah saat seseorang menyentuhnya dan tanpa sadar memegang hidung atau mulut. Oleh karena itu kebiasaan mencuci tangan adalah cara paling efektif mencegah penyakit ISPA selain menggunakan masker ataupun tidak berada dekat-dekat dengan penderita.

Sebetulnya tubuh manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang dapat melawan penyakit infeksi termasuk ISPA. Namun bagi orang-orang yang sistem imunnya sedang lemah, anak-anak, ataupun orang lanjut usia memiliki risiko tertular ISPA yang tinggi.

Gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut

Gejala ISPA umumnya terjadi pada hidung dan paru-paru sebagai respon terhadap adanya virus ataupun bakteri yang menempel pada saluran nafas.

Berikut ini adalah ciri-ciri ISPA yaitu:

  • Bersin bersin
  • Hidung meler ataupun tersumbat
  • Batuk batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Paru paru terasa menyempit
  • Sesak napas
  • Sakit-sakit badan
  • Lemas
  • Demam

Gejala infeksi saluran pernapasan akut parah akan muncul:

  • Demam tinggi dan menggigil
  • Pusing dan sakit kepala
  • Kesulitan bernapas
  • Kadar oksigen dalam darah rendah ditandai dengan warna kebiruan pada kulit.
  • Kesadaran menurun dan bahkan penderita sampai pingsan

Tanda-tanda ISPA biasanya akan terjadi dalam waktu 1-2 minggu. Pada umumnya, gejala infeksi saluran pernafasan akut akan mereda setelah seminggu pertama. Gejala ISPA yang terjadi di paru-paru seperti bronkitis akan berlangsung sampai 3 minggu, sementara untuk kasus sinusitis akut akan berlangsung hingga 1 bulan.

Penyebab ISPA

Berikut ini adalah beberapa penyebab infeksi saluran pernafasan akut, yaitu:

Virus Penyebab ISPA

Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu penyebab ISPA adalah adanya mikroorganisme seperti virus (paling banyak) dan bakteri yang menempel di salah satu saluran napas yang kemudian dapat menyebab ke seluruh sistem pernapasan. Berikut beberapa virus penyebab ISPA yang paling umum, yaitu:

  • Adenovirus merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti pilek, bronkhitis, dan pneumonia.
  • Rhinovirus merupakan jenis virus yang menyebabkan pilek.
  • Pneumokokus merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit meningitis dan pneumonia.

Sistem Imun Lemah

Sistem kekebalan tubuh seseorang sangat berperan dalam melawan serangan infeksi pada tubuh manusia. Risiko terjadinya ISPA akan meningkat pada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah seperti pada anak-anak, lansia, ataupun orang yang yang memiliki kelainan pada sistem imun. Rendahnya sistem kekebalan tubuh pun dapat disebabkan karena efek pengobatan tertentu (seperti kemoterapi) ataupun penyakit tertentu (seperti leukemia, HIV/AIDS).

Penyebab ISPA Lainnya

Orang yang memiliki penyakit jantung, memiliki kelainan pada paru-paru, serta para perokok memiliki risiko terkena infeksi saluran pernafasan akut lebih tinggi.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter bila memiliki salah satu kondisi berikut ini, yaitu:

  • Bila menggigil, demam, dan sesak napas yang tidak biasa.
  • Bila mual, muntah, dan diare terjadi pada waktu yang bersamaan dengan ISPA yang tidak kunjung sembuh.
  • Bayi berusia kurang dari tiga bulan yang mengalami demam harus diperiksa langsung oleh dokter.
  • Anak dengan usia di bawah 2 tahun, ibu hamil, atau penderita asma sebaiknya diperiksakan ke dokter jika mengalami sesak napas.
  • Pasien yang kekebalan tubuhnya berkurang karena obat (seperti kemoterapi) atau penyakit harus menghubungi dokter jika mereka mengalami demam.
  • Pilek yang tidak kunjung sembuh atau gejala ISPA tidak mereda dalam waktu 1 minggu.
Baca juga:   Cara Deteksi Dini Gejala Kanker Payudara, Yuk Praktekan di Rumah!

Cara Mendiagnosis ISPA

Untuk memastikan jenis infeksi saluran pernafasan akut yang diderita, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti:

  • Anamnesa yaitu wawancara seputar gejala dan riwayat penyakitnya
  • Pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan suara napas, pemeriksaan kondisi hidung dan tenggorokan. Selain itu ada pemeriksaan tambahan menggunakan oxymetry untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang masuk ke dalam paru-paru. Pengujian ini biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernafasan akut seperti kesulitan bernafas.
  • Pemeriksaan laboratorium (bila diperlukan) seperti memeriksa sampel dahak untuk menentukan apa jenis virus ataupun bakteri penyebab ISPA.
  • Pemeriksaan menggunakan X-ray ataupun CT scan untuk mengetahui kondisi paru-paru, direkomendasikan terutama bila dokter mencurigai infeksi terjadi di paru-paru.

Cara Mengatasi ISPA

Untuk mengatasi ISPA dapat dilakukan dengan berbagai cara. Untuk kasus yang ringan, dapat diatasi dengan istirahat yang cukup dan minum air yang banyak. Sementara untuk kasus sedang dan parah sebaiknya diperlukan terapi pengobatan sesuai saran dokter.

Obat Infeksi Saluran Pernafasan Akut

Sampai sejauh ini belum ada obat infeksi saluran pernapasan akut yang efektif membunuh virus yang menyerang manusia. Antibiotik hanya diperuntukkan bila penyebab ISPA tsb adalah bakteri. Sementara, obat ISPA yang ada di apotek maupun toko obat lainnya sebetulnya hanya untuk meredakan gejala ISPA yang muncul saja.

Berikut ini beberapa obat yang biasanya diresepkan dokter untuk meredakan gejala ISPA, yaitu:

  • Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) dan asetaminofen / paracetamol, untuk mengurangi efek demam dan meredakan nyeri di tubuh.
  • Obat antihistamin, dekongestan, dan ipratropium, untuk mengatasi hidung yang berair dan tersumbat.
  • Obat batuk antitusif, untuk mengurangi batuk-batuk.
  • Obat steroid, seperti deksametason dan prednison, mungkin diresepkan pada kondisi tertentu untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan bagian atas.

Cara Mengobati Infeksi Saluran Pernafasan Secara Alami

Beberapa perubahan gaya hidup dan obat ISPA di rumah dapat membantu Anda mengatasi infeksi saluran pernapasan, yaitu:

  • Jaga kondisi udara tetap lembap agar hidung dan membran sinus tetap lembap dan tidak kering. Caranya dapat dengan meletakan humidifier yang banyak dijual pasaran, atau cukup letakan air panas dalam baskom / wadah di ruangan tsb.
  • Perbanyak istirahat.
  • Duduk dengan posisi tegak agar lebih mudah bernapas.
  • Perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi serta melembabkan hidung dan membran sinus. Minum teh lemon madu hangat dapat meredakan gejala ISPA. Dapat juga dengan minum jus buah segar, atau makan buah yang banyak mengandung air.
  • Hindari paparan asap rokok.
  • Untuk meringankan hidung tersumbat dapat dibantu dengan meneteskan air garam.

Cara Mencegah ISPA

Cara terbaik dan paling efektif mengatasi infeksi saluran pernafasan akut adalah tindakan pencegahan.

Berikut ini beberapa cara pencegahan ISPA yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Biasakan mencuci tangan terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
  • Biasakan untuk tidak menyentuh wajah, mulut, hidung, mata dengan tangan terutama bila belum mencuci tangan.
  • Perbanyak makan buah dan sayuran untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Hindari merokok.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Biasakan berolahraga teratur untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
  • Biasakan untuk menutup mulut atau hidung Anda saat sedang bersin ataupun batuk.
  • Gunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut dari serangan ISPA.
  • Melakukan vaksinasi flu terutama bila Anda sering terkena flu.

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Anak

Anak-anak lebih mudah terserang ISPA karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih lemah. Walaupun ISPA yang menyerang anak-anak pada umumnya tidak terlalu berbahaya namun bila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius.

Penyebab ISPA pada Anak

  • Infeksi saluran pernafasan akut pada anak biasanya sering ditularkan oleh orang terdekatnya yang memang sudah terinfeksi ISPA. Biasanya, penyebaran ISPA pada anak terjadi ketika orang tersebut bersin atau batuk tanpa menutup mulut dan hidungnya.
  • Anak-anak dapat tertular ISPA saat berada dalam satu ruangan dengan penderita infeksi saluran pernapasan akut, apalagi bila ruangan tsb penuh sesak.
  • Infeksi saluran pernafasan pada anak dapat juga terjadi saat orang yang mengalami ISPA menyentuh hidung, mulut, dan mata anak.
  • Udara yang lembab dapat menyebabkan virus penyebab ISPA pada anak lebih mudah berkembang biak.

Cara Menangani Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Anak

Berikut cara merawat anak yang terkena infeksi saluran pernapasan, yaitu:

  • Biarkan anak beristirahat, mendapatkan tidur yang cukup.
  • Anjurkan anak untuk banyak minum cairan, seperti air mineral, jus buah segar, ataupun minum susu.
  • Bantu anak untuk membuang ingus dan dahaknya.
  • Untuk mengatasi sakit tenggorokan pada anak, coba anjurkan anak untuk berkumur air garam hangat.
  • Jaga kelembaban ruangan dalam rumah agar anak bernapas lebih mudah terutama bila menggunakan AC.
  • Jauhkan anak dari asap rokok dan asap lainnya

Penutup

Cara mengatasi penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang paling efektif adalah dengan pencegahan. Meningkatkan kebersihan diri dan melakukan gaya hidup sehat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mampu melawah penyakit infeksi yang disebabkan virus ataupun bakteri.

Sumber Referensi:
https://www.alodokter.com/ispa.html https://hellosehat.com/penyakit/infeksi-saluran-pernapasan-atas-ispa/ https://hellosehat.com/penyakit/infeksi-saluran-pernapasan/ http://www.who.int/csr/resources/publications/WHO_CDS_EPR_2007_8BahasaI.pdf https://www.healthline.com/health/acute-respiratory-disease