Kram Perut Saat Hamil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Perut terasa tak nyaman merupakan salah satu gejala kehamilan yang normal. Gangguan perut tsb mulai dari rasa begah, mual, mulas, hingga kram perut. Mungkin Anda bertanya kram perut saat hamil muda apakah wajar? Lalu bagaimana dengan kram perut saat hamil tua?

Kram perut saat hamil trimester pertama seringkali disangka sebagai ciri-ciri kehamilan tak wajar dan seringkali diindikasikan sebagai gejala keguguran. Sementara kram perut saat hamil 9 bulan seringkali dianggap mau melahirkan.

Kram perut pada ibu hamil sebetulnya adalah normal dan wajar terutama bila terjadi di bagian bawah perut atau tempat rahim berada. Hal ini disebabkan oleh perkembangan janin di dalam rahim. Walaupun demikian, bila nyeri perut ini disertai gejala lainnya seperti demam, pendarahan, ataupun nyeri yang sangat parah, sebaiknya tetap diwaspadai sebagai sesuatu yang tak wajar.

Gejala kram perut saat hamil akan dirasakan seperti nyeri perut, perut terasa kencang, dan mulas. Rasa kram ini mirip dengan kram perut akibat menstruasi.

penyebab dan cara mengatasi sakit perut saat hamil serta kram perut saat hamil
penyebab dan cara mengatasi sakit perut saat hamil (image: mother-top.com)

Apa Yang Menyebabkan Nyeri Perut Saat Hamil?

Penyebab kram perut saat hamil dapat dikarenakan hal yang berkaitan dengan kehamilan maupun yang berkaitan dengan penyakit tertentu.

Penyebab Kram Perut Saat Hamil Yang Wajar

Implantasi

Pada awal kehamilan, banyak wanita yang salah mengira bahwa kram perut yang disertai dengan bercak darah merupakan akibat menstruasi. Sebetulnya gejala ini merupakan tanda awal kehamilan yang disebabkan oleh implantasi atau penempelan sel telur yang dibuahi pada dinding rahim.

Pada kasus normal, spotting (bercak darah) ini akan hilang dalam 2-3 hari, namun kram perut saat hamil muda dapat terus terjadi pada fase kehamilan awal ini.

Perubahan Ukuran Rahim

Seiring dengan usia kehamilan, ukuran rahim dan perut semakin membesar. Hal ini menyebabkan jaringan ikat / ligamen yang menghubungkan rahim dan tulang panggul meregang dan terasa kencang. Oleh karena itu kram perut saat hamil muda dan tua bisa saja terjadi.

Perut yang semakin membesar pun akan meningkatkan tekanan pada otot, sendi, dan pembuluh darah. Tekanan inilah yang akan menyebabkan nyeri perut pada ibu hamil saat sedang beraktivitas fisik, sedang tertawa, ataupun sedang batuk.

Posisi Rahim Yang Miring

Selain karena ukurannya, posisi rahim pun dapat menyebabkan nyeri perut di salah satu sisi atau kedua sisi perut. Kram ini akan terasa saat ibu hamil bergerak. Seiring dengan perkembangan janin, posisi rahim dapat condong ke kanan atau ke kiri. Inilah yang menyebabkan ligamen yang menyokong rahim jadi kencang dan mengalami kontraksi. Ini pula yang menyebabkan kenapa ibu hamil seringkali mengalami kram perut dibandingkan wanita lainnya.

Terlalu Banyak Gas di Perut

Menumpuknya gas di perut seringkali membuat perut kembung dan kencang. Gas berlebih ini bisa muncul karena terlalu banyak udara yang masuk ke dalam perut dan juga karena produksi gas yang berasal dari makanan. Rasa tak nyaman dapat menyebar mulai dari perut, punggung hingga dada. Nah pada saat kehamilan, kram perut ini dipicu juga karena meningkatnya hormon progesteron. Hormon inilah yang menyebabkan otot dinding saluran cerna lebih santai dan lambat mencerna makanan.

Karena Sembelit

Sembelit atau susah buang air besar juga merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu hamil. Selain disebabkan oleh kehamilan, sembelit juga merupakan akibat kurang makan makanan yang mengandung serat dan kurang minum. Sembelit dapat menyebabkan kram dan rasa nyeri di perut.

Setelah Melakukan Hubungan Suami Istri

Berhubungan intim saat hamil tidaklah dilarang, malah dianjurkan. Namun sebaiknya dilakukan hati-hati karena dapat menyebabkan kram perut saat hamil. Lakukanlah secara perlahan dan tidak buru-buru.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi Braxton Hicks ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 20 minggu untuk memberikan “alert” atau pertanda sebentar lagi akan melahirkan. Kontraksi palsu ini biasanya dan ini bisa menjadi persiapan tubuh ibu sebelum persalinan. Kontraksi ini biasanya jarang terjadi, datang tak beraturan, tidak berlangsung dalam waktu lama, dan biasanya tidak menyakitkan. Salah satu penyebab kram perut saat hamil karena kontraksi palsu adalah dehidrasi (kurangnya asupan cairan ke dalam tubuh).

Baca juga:   Menstruasi Saat Hamil, Mungkinkah?

Penyebab Kram Perut Saat Hamil Trimester Pertama dan Kedua Yang Perlu Diwaspadai

Kehamilan Ektopik (di luar kandungan)

Kehamilan ektopik terjadi bila sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di tuba falopi (yaitu saluran yang menghubungkan rahim dan indung telur). Kondisi ini menyebabkan nyeri perut di salah satu sisi perut, berlangsung lama dan semakin parah. Selain kram perut, biasanya kehamilan ektopik ini ditandai juga dengan pendarahan v4gina, nyeri bahu, nyeri yang semakin parah saat beraktivitas, dan bahkan pingsan.

Keguguran

Keguguran juga dapat menjadi penyebab kram perut saat hamil trimester kedua maupun pertama. Selain nyeri perut, biasanya ditandai juga dengan pendarahan selama beberapa hari, nyeri pinggang, dan nyeri panggul.

Kram perut karena keguguran bisanya sulit dibedakan antara kram karena implantasi (penempelan sel telur ke rahim), menstruasi, maupun karena rahim yang sedang berkembang.

Penyebab Kram Perut Saat Hamil Trimester Kedua dan Ketiga Yang Perlu Dicurigai

Abruptio Plasenta

Kondisi ini terjadi saat sebagian atau seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Gangguan kehamilan ini dapat menyebabkan kram perut parah yang berlangsung lama, nyeri punggung, kontraksi rahim, dan pendarahan.

Preeklampsia

Penyebab kram perut saat hamil ini berupa gangguan kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urin. Selain nyeri perut pada bagian atas, ditandai juga dengan sakit kepala parah, mual, muntah, gangguan penglihatan, sesak napas, bengkak pada wajah, tangan, dan kaki.

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Tak Nyaman Kram Perut Saat Hamil ?

Walaupun normal dan wajar, namun gangguan ini seringkali menyebabkan rasa tak nyaman. Berikut ini adalah beberapa tips / cara menghilangkan nyeri kram perut pada ibu hamil, yaitu:

  • Cobalah untuk rileks dan tenang, tidak perlu panik.
  • Saat kram perut saat hamil melanda, cobalah bungkukan badan secara perlahan ke arah sumber sakit untuk meredakan nyeri. Hinda melakukan gerakan secara tiba-tiba dan minumlah air yang cukup karena salah satu penyebab kram / kontraksi palsu adalah dehidrasi.
  • Bila penyebab kram perut saat hamil adalah penumpukan gas berlebih di perut, cobalah hindari makanan / minuman pemicu gas (seperti mengunyah permen karet, minuman bersoda, kacang-kacangan, kubis, kol). Lakukan olahraga ringan dan mandilah air hangat.
  • Bila penyebab kram perut saat kehamilan tsb adalah sembelit, cobalah untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung serat, lakukan olahraga ringan (seperti jalan kaki), dan pastikan minum yang cukup.
  • Kompres air hangat di punggung atau pijatan di punggung pun dapat membantu meredakan kram / nyeri perut saat hamil.
  • Kram perut saat hamil tua dapat disebabkan oleh kontraksi palsu. Untuk meringankannya, cobalah berbaring. Bila nyeri terasa di bagian kanan, cobalah berbaring ke arah kiri, begitu pula sebaliknya. Cobalah untuk meletakkan kaki dengan posisi lebih tinggi dibandingkan kepala (misalnya ganjal dengan bantal, dll).

Bagaimana Gejala Kram Perut Saat Hamil Yang Perlu Diwaspadai?

Seperti yang telah disebutkan di atas, kram perut yang dialami oleh ibu hamil sebetulnya normal terjadi. Walaupun demikian, ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai bila disertai oleh gejala berikut ini:

  • Bila nyeri perut sangat parah atau tidak mereda dengan cara mengatasi kram perut saat hamil di atas.
  • Terasa nyeri saat buang air kecil.
  • Keluar cairan atau pendarahan dari v4gina.
  • Demam, menggigil.
  • Muntah-muntah.

Nah bila Anda mengalami kram perut saat hamil yang disertai gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan dan periksakan ke dokter. Penyebab kram perut bisa saja tidak terkait kehamilan misalnya karena ada penyakit infeksi saluran kemih, radang usus buntu, batu ginjal, ataupun karena adanya kista ovarium.

Kapan Menghubungi Dokter?

Kram perut saat hamil merupakan sesuatu yang normal. Namun bila Anda tetap merasa khawatir dengan kondisi kehamilan Anda atau disertai gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Bila nyeri perut saat hamil tsb tidak parah ataupun tidak disertai gejala lainnya, sebaiknya menunggu hingga 1-2 hari. Bila kram perut tsb tidak hilang atau malah semakin memburuk sebaiknya segera periksakan pada dokter.

Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter bila mengalami kondisi sbb:

  • Mengalami spotting / terdapat bercak darah hingga 3-4 hari yang diikuti nyeri perut.
  • Pendarahan berat atau intensif.
  • Mengalami nyeri perut bagian bawah di salah satu sisi saja.
  • Sakit terasa parah selama 24 jam.

Penutup

Kram perut saat hamil muda dan tua merupakan hal yang normal dan wajar.  Penyebab nyeri perut pada ibu hamil dapat diakibatkan oleh gangguan kehamilan maupun kondisi kesehatan yang tak berkaitan dengan kehamilan. Tetap waspada akan gejala yang dicurigai dan pemeriksaan sedini mungkin dapat mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Semoga bermanfaat …

Sumber Referensi:
alodokter.com/kram-perut-saat-hamil-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya.html; hellosehat.com/kehamilan/kandungan/apa-penyebab-kram-perut-saat-hamil/; mediskus.com/wanita/kram-perut-saat-hamil-muda