Pernahkan Anda menemukan munculnya warna kebiruan pada kulit yang kadang disertai rasa sakit saat ditekan? Kondisi ini seringkali dikenal dengan istilah memar. Luka memar biasanya muncul di kaki namun kadang muncul di bagian lain. Penyebab luka memar di kulit biasanya adalah cedera seperti benturan, terjatuh, dll. Namun kadang pula muncul memar tanpa sebab yang jelas. Ada juga yang mengatakan bila yang menyebabkan memar adalah kecapean atau keletihan karena aktivitas yang terlalu berlebihan.

Walaupun demikian, biasanya memar di kulit ini bukanlah pertanda penyakit serius dan tanda memar pun dapat hilang dengan sendirinya seiring waktu. Walaupun demikian, penyebab luka memar tetap harus diwaspadai karena bisa jadi ada kondisi yang lebih serius. Wanita dan lansia pada umumnya lebih mudah mengalami memar.

Nah sebelum Dunia Kesehatan membahas lebih jauh tentan penyebab luka memar dan cara mengobatinya, sebaiknya Anda mengenal dulu apa itu memar dan kondisi seperti apa yang dikategorikan sebagai luka memar yang perlu diwaspadai.

Mengenal Apa Itu Memar?

Memar merupakan sebuah kondisi cedera pada kulit yang ditandai dengan perubahan warna pada kulit tsb. Saat cedera terjadi, pembuluh darah yang berada didekat permukaan kulit tsb pecah sehingga darah mengalir hingga ke jaringan bawah kulit. Nah darah yang mengalir inilah yang menjadi penyebab luka memar seperti tanda berwarna kehitaman dan biru pada kulit.

Gambar Luka Memar di Kulit
Gambar Luka Memar di Kulit (image: quickanddirtytips.com)

Apa Saja Penyebab Luka Memar?

Biasanya seseorang akan mengalami memar bila terbentur atau menabrak sesuatu. Selain memar karena benturan, luka memar dapat muncul pada orang-orang yang melakukan olahraga  atau aktivitas terlalu berlebihan.

Nah sebetulnya yang harus diwaspadai adalah penyebab luka memar tanpa sebab yang jelas karena kondisi ini bisa jadi merupakan pertanda gangguan pendarahan / penyakit darah terutama bila luka memar muncul disertai dengan gusi berdarah atau mimisan.

Kondisi gangguan pendarahan tsb meliputi rendahnya kadar komponen darah yang membantu proses pembekuan darah setelah cedera, trombosit darah tidak berfungsi secara normal, dan mengalami masalah pada protein yang membantu pembekuan darah. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui penyebab terjadinya memar.

Sementara penyebab memar pada orang lanjut usia biasanya adalah karena kondisi kulit yang semakin menipis dan jaringan yang melindungi pembuluh darah pun semakin rapuh seiring dengan pertambahan usia.

Selain yang menyebabkan luka memar di atas, memar pun dapat muncul sebagai efek samping dari pengobatan tertentu.

Apa Saja Gejala Memar?

Pada awalnya, luka memar yang muncul adalah kemerahan yang kemudian berupa menjadi kebiruan, ungu hitam dalam beberapa hari kemudian, lalu berubah lagi menjadi kekuningan atau kehijauan yang artinya mulai sembuh.

Luka memar pun seringkali disertai rasa nyeri pada beberapa hari pertama kemudian rasa sakit ini akan hilang dengan sendirinya dengan memudarnya warna memar di kulit.

Walaupun ada pendarahan, namun tidak ada risiko infeksi pada luka memar sepanjang permukaan kulit tidak rusak ataupun sobek.

Kapan Harus Ke Dokter Bila Ada Memar di  Kulit Tubuh?

Seperti yang telah disebutkan di atas, penyebab luka memar umumnya bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan. Walaupun demikian, Anda sebaiknya tetap waspada dan memeriksakan diri ke dokter terutama bila:

  • Gejala memar disertai dengan pembengkakan dan nyeri parah, terutama saat Anda sedang menggunakan obat pengencer darah.
  • Anda mudah sekali terkena memar tanpa sebab yang jelas.
  • Gejala luka memar muncul di bawah kuku jari dan disertai nyeri.
  • Gejala memar tidak membaik dalam 2 minggu atau luka memar tidak hilang dalam 3-4 minggu.
  • Anda merasa ada patah tulang di area yang terkena memar.
  • Gejala memar tsb muncul di kepala atau mata yang membuat Anda cemas.
  • Luka memar muncul di benjolan kepala dan orang tsb tidak ingat kejadian yang menyebabkan benjolan tsb atau orang tsb mengalami kebingungan sebaiknya segera bawa ke instalasi gawat darurat.
  • Memar yang muncul di mata dan menyebabkan Anda sulit menggerakan mata atau mengganggu penglihatan Anda. Namun memar pada mata yang tidak mengganggu penglihatan Anda bukanlah hal yang serius yang mengharuskan Anda datang ke rumah sakit.
  • Kapan pembengkakan memar disebabkan oleh kondisi yang berbahaya?
  • Terbentuk memar dengan ukuran besar, terutama jika muncul pada punggung atau wajah tanpa penyebab yang jelas.
  • Mudah mengalami memar dan memiliki riwayat pendarahan yang parah ketika menjalani tindakan pembedahan.
  • Memar terjadi tiba-tiba ketika memulai pengobatan baru.
  • Memiliki riwayat keluarga yang mudah mengalami memar atau pendarahan.
Baca juga:   Infeksi Saluran Pernafasan Akut Yang Perlu Diwaspadai!

Bagaimana Cara Diagnosa Memar?

Saat Anda memar dan tidak ada dugaan patah tulang, mungkin dokter tidak akan melakukan pengujian lainnya. Namun bila memar tsb disertai pembengkakan atau nyeri parah, maka dokter biasanya akan melakukan uji X-ray pada area luka memar tsb untuk memastikan tidak ada patah tulang di area tsb.

Jika Anda seringkali mengalami memar tanpa sebab yang jelas maka dokter biasanya akan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah penyebab luka memar tsb adalah gangguan pendarahan.

Memar yang berulang terjadi dapat juga dicurigai karena ada kekerasan fisik.

Bagaimana Cara Mengatasi Memar Sendiri di Rumah?

Untuk menyembuhkan luka memar di kulit dengan penyebab cidera yang umum sebetulnya dapat dilakukan di rumah sendiri. Namun untuk kondisi khusus seperti yang telah diulas di atas, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa memar, mengetahui penyebab luka memar dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara mengobati luka memar yang paling efektif adalah segera setelah terjadi cidera saat memar masih berwarna kemerahan. Berikut ini adalah cara menghilangkan luka memar yang dapat dilakukan di rumah, yaitu:

  • Kompres dingin menggunakan “ice pack” (kantung es) atau sekatung sayuran beku di area yang terkena cidera selama 20-30 menit untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi pembengkakan. Saat melakukan kompres ini, bungkus es dengan handuk atau kain, jangan pernah meletakkan es langsung di atas permukaan kulit.
  • Jika terjadi luka memar di kaki atau memar merah di kaki dengan area yang besar, jaga agar kaki tsb ada di tempat tinggi / terangkat setidaknya dalam 24 jam pertama setelah cidera.
  • Untuk membantu meredakan nyeri pada luka memar, Anda dapat meminum asetaminofen / parasetamol sesuai dosis yang tertera pada kemasan. Hindari meminum aspirin atau ibuprofen karena dapat menghambat penggumpalan darah dan memperlama pendarahan.
  • Kompres menggunakan air hangat selama 10 menit pada luka memar dalam waktu 48 jam setelah cidera sebanyak 2-3x sehari. Kompres air hangat akan meningkatkan aliran darah ke area luka memar dan memudarkan warna luka memar itu sendiri.

Selain cara di atas, sekarang pun sudah banyak obat anti memar seperti trombofob yang mengandung heparin / anti koagulan atau pengencer darah dalam bentuk salep yang dioleskan pada memar / benjolan. Salep ini efektif untuk menyembuhkan memar karena cidera.

Bagaimana Langkah Pengobatan Luka Memar di Kulit Secara Medis?

Sebetulnya tidak ada cara pengobatan luka memar khusus yang dilakukan oleh dokter selain yang telah dijelaskan di atas, dimana sebetulnya dapat dilakukan sendiri di rumah. Namun untuk penyebab memar tanpa sebab atau karena adanya patah tulang memang diperlukan pengobatan khusus tergantung dari penyebabnya tsb.

Bagaimana Cara Mencegah Memar?

Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati, begitu pula untuk kondisi penyakit memar ini. Karena penyebab umum luka memar ini adalah cidera yang sebetulnya dapat dihindari.

Berikut ini adalah tindakan pencegahan terkena memar yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Gunakan alat pelindung misalnya pelindung tulang kering saat bermain sepak bola, dll.
  • Atur kabel listrik dan furnitur / perabotan rumah agar tidak mengganggu akses jalan di rumah Anda.
  • Pastikan lantai rumah tetap kering dan tidak licin.
  • Pastikan rumah Anda mendapatkan penerangan yang baik sehingga tidak menggangu penglihatan saat berjalan.
  • Jaga kesehatan mata dan telinga.
  • Awasi balita dan anak-anak apalagi yang sedang belajar berjalan.
  • Jika Anda sedang menggunakan obat pengencer darah, pastikan untuk melakukan konsultasi secara teratur dengan dokter Anda.
Sumber Referensi:
Bruise: First Aid – Mayo Clinic (31 Oct 2017); Easy Bruising : Why Does It Happen – Mayo Clinic (4 Maret 2017); Bruises: Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatmet, Remedies, Prevention; Web MD (18 Nov 2017).