Penyakit Radang Panggul – Beberapa hari yang lalu, laman facebook Dunia Kesehatan mendapatkan pertanyaan dari netizen yang menanyakan apakah seseorang yang terkena infeksi radang panggul masih dapat hamil?

Walaupun sudah dijawab di laman facebook tsb, sepertinya informasi ini sebaiknya diulas juga di blog ini agar semakin banyak pembaca mengetahui informasi tsb.

Dan untuk lebih memahami mengenai hal tsb, yuk kita kenali dulu apa itu penyakit radang panggul, penyebab, gejala, cara mengobati dan apa dampak penyakit ini terhadap kehamilan.

Pengertian Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah sebuah penyakit infeksi yang terjadi pada organ reproduksi wanita.

Beberapa bagian organ yang dapat terserang penyakit infeksi ini adalah uterus / rahim, ovarium / indung telur, tuba falopi, dan serviks / mulut rahim.

Penyebab infeksi radang panggul ini biasanya adalah penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia atau gonore. Dan obat antibiotik yang digunakan mengobati radang panggul ini.

Bila radang pelviks ini dibiarkan begitu saja tanpa pengobatan maka dapat menyebabkan sulit mendapatkan kehamilan, masalah pada kehamilan, dan nyeri panggul yang terjadi secara terus menerus.

Gambar penyakit radang panggul
Gambar penyakit radang panggul (image: shadygroovefertility.com)

Apa Penyebab Radang Panggul?

Penyebab penyakit radang panggul adalah infeksi bakteri. Biasanya disebabkan oleh bakteri penyebab penyakit menular seksual, namun dapat juga disebabkan oleh bakteri yang normal ada di organ kewanitaan.

Siapa Saja Yang Berisiko Terkena Radang Panggul?

Seseorang akan memiliki risiko terkena penyakit radang panggul yang lebih tinggi bila:

  • Memiliki penyakit menular seksual
  • Memiliki penyakit infeksi radang panggul sebelumnya
  • Berumur lebih muda dari 25 tahun dan sudah berhubungan intim. Penyakit ini lebih sering menyerang wanita berumur 15-24 tahun.
  • Memiliki pasangan lebih dari satu atau memiliki pasangan yang sering berhubungan intim dengan beberapa orang.
  • Menyemprot cairan (baik itu antiseptik atau yang lainnya) ke v4gina dapat mendorong bakteri masuk ke organ kewanitaan dan menyebabkan radang panggul. Penyemprotan ini juga dapat menyembunyikan tanda-tanda radang panggul.
  • Baru saja memasang IUD (alat kontrasepsi / pencegah kehamilan). Risiko terkena penyakit radang panggul meningkat di minggu pertama setelah pemasangan IUD, namun setelahnya penyakit ini jarang ditemui. Melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual sebelum pemasangan IUD dapat menurunkan risiko radang panggul.

Bagaimana Caranya Seseorang Dapat Terkena Penyakit Radang Panggul?

Seorang wanita dapat terkena infeksi radang panggul bila bakteri dari v4gina atau mulut rahim (serviks) masuk ke dalam organ reproduksi kewanitaan.

Terdapat banyak tipe / jenis bakteri penyebab penyakit radang pelviks. Namun yang paling sering adalah radang panggul yang disebabkan oleh infeksi gonore dan klamidia.

Bila Anda tak memiliki penyakit menular seksual, Anda pun masih berpotensi terkena radang panggul. Bakteri yang secara normal ada di v4gina dapat berjalan ke organ reproduksi kewanitaan dan menyebabkan infeksi radang panggul.

Salah satu yang menyebabkan bakteri bergerak ke organ reproduksi kewanitaan adalah sering menahan kencing dan menyemprotkan cairan ke dalam v4gina.

Gejala Penyakit Radang Panggul

Anda mungkin tak menyadari gejala yang muncul saat awal penyakit tsb muncul, namun setelah infeksi tsb memburuk maka beberapa tanda-tanda berikut ini dapat terjadi, yaitu:

  • Nyeri perut bagian bawah dan nyeri panggul
  • Terdapat cairan yang keluar dari organ kewanitaan / keputihan dengan bau tak sedap
  • Pendarahan di antara periode menstruasi
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Nyeri saat kencing atau sulit buang air kecil

Jika Anda mendapati ciri-ciri penyakit radang panggul di atas, sebaiknya segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pasalnya penyakit ini dapat menyebabkan masalah yang serius bila tidak ditangani dengan tepat.

Seseorang yang memiliki penyakit radang panggul akan sulit mendapatkan kehamilan, selain itu nyeri di area panggul pun tak akan hilang tanpa adanya pengobatan.

Anda pun sebaiknya segera menuju ruang gawat darurat dan segera mendapatkan pengobatan bila Anda menemui gejala penyakit radang panggul yang lebih sering, seperti:

  • Nyeri perut bagian bawah yang parah
  • Tanda-tanda syok seperti pingsan
  • Muntah-muntah
  • Demam di atas 38 C
Baca juga:   Penyebab Menstruasi Tidak Lancar dan Cara Mengatasinya

Beberapa ciri-ciri penyakit radang panggul di atas dapat juga merupakan tanda gangguan kesehatan serius lainnya, seperti radang usus buntu atau kehamilan ektopik (yaitu kehamilan yang terjadi di tuba falopi, di luar rahim / kandungan).

Jangan tunggu waktu, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan bila mendapatkan gejala tsb.

Bagaimana Cara Mendiagnosa Penyakit Radang Panggul?

Untuk memastikan penyakit infeksi radang panggul, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa gejala radang panggul dan menguji ada atau tidaknya penyakit menular seksual.

Jika Anda merasakan nyeri di perut bawah, dokter biasanya akan memeriksa:

  • Ada tidanya cairan tak normal yang keluar dari v4gina ataupun serviks
  • Gumpalan atau jaringan parut dekat ovarium atau tuba falopi
  • Nyeri di organ reproduksi

Dokter akan melakukan pemeriksaan apakah betul gejala yang muncul berasal dari penyakit radang pelviks atau gangguan kesehatan lainnya yang mirip dengan gejala penyakit radang panggul.

Pemeriksaan tsb meliputi:

  • Pemeriksaan penyakit menular seksual terutama gonore dan klamidia karena kedua jenis infeksi ini merupakan penyebab radang panggul.
  • Pemeriksaan infeksi saluran urin dan kondisi lainnya yang dapat menyebabkan infeksi radang panggul.
  • Ultrasound dan uji pencitraan lainnya untuk melihat tanda-tanda penyakit radang panggul dalam organ reproduksi kewanitaan. Uji Pap smear biasanya dapat mendeteksi kanker serviks namun tidak digunakan untuk mendeteksi radang panggul

Cara Mengobati Penyakit Radang Panggul

Salah cara paling efektif mencegah radang panggul adalah dengan mengobati atau menghindari penyakit menular seksual.

Beberapa gejala penyakit menular seksual juga mirip dengan gejala radang panggul, seperti keluarnya cairan dari organ kewanitaan / keputihan dengan bau tak enak, nyeri saat kencing, dan pendarahan di antara periode siklus bulanan.

Bila Anda terdiagnosa radang panggul maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobati penyakit radang panggul. Biasanya digunakan 2 jenis antibiotik untuk membasmi beberapa jenis bakteri penyebab infeksi radang panggul tsb.

Anda diharuskan menghabiskan antibiotik sesuai yang diresepkan walaupun gejala infeksi sudah menghilang. Hal ini akan memastikan bahwa penyakit infeksi yang Anda derita benar-benar sembuh.

Biasanya dokter akan menyarankan untuk opname / merujuk ke rumah sakit bila:

  • Anda merasakan sakit yang luar biasa
  • Anda hamil
  • Gejala penyakit radang panggul tidak hilang setelah minum antibiotik atau bila Anda tak dapat menelan antibiotik maka akan diberikan injeksi antibiotik.
  • Terdapat gumpalan di ovarium atau tuba falopi. Jika gejala radang pinggul masih ada atau gumpalan tsb tidak hilang setelah pengobatan, Anda mungkin memerlukan operasi pengangkatan. Biasanya nyeri panggul yang sulit diobati akan membaik setelah operasi ini.

Apa Yang Akan Terjadi Bila Penyakit Radang Panggul TIDAK Diobati?

Tanpa pengobatan, penyakit infeksi radang pinggul dapat menyebabkan masalah serius seperti ketidaksuburan, kehamilan ektopik, dan nyeri pinggul kronis (terus menerus).

Antibiotik memang merupakan obat penyakit radang panggul namun obat ini tidak dapat memperbaiki kerusakan permanen yang telah terjadi pada organ dalam kewanitaan.

Dapatkah Saya HAMIL Bila Terkena Infeksi Radang Panggul?

Mungkin saja Anda masih bisa hamil bila menderita radang panggul. Namun akan sulit sekali hamil bila penyakit ini tidak segera diobati.

Kesempatan Anda mendapatkan kehamilan akan menurun bila Anda menderita infeksi radang panggul ini lebih dari sekali.

Ketika Anda mengalami penyakit infeksi radang panggul, bakteri dapat bergerak ke tuba falopi atau menyebabkan radang di tuba falopi yang selanjutnya menyebabkan parut di tuba falopi.

Adanya parut ini dapat menghambat perjalanan sel telur dari ovarium ke rahim / uterus melalui tuba falopi. Sel telur ini perlu dibuahi oleh sel sperma dan kemudian menempel di dinding rahim sehingga terjadilah proses kehamilan. Nah adanya parut tsb walaupun kecil namun dapat mencegah Anda mendapatkan kehamilan tanpa adanya pengobatan khusus.

proses kehamilan
Proses Kehamilan (image: en.wikipedia.org)

Jaringan parut yang disebabkan oleh penyakit radang panggul juga dapat menyebabkan kehamilan ektopik (yaitu hamil di luar kandungan) yang berbahaya.

Kehamilan ektopik terjadi 6 x lebih sering pada penderita radang panggul dibandingkan yang tidak memiliki penyakit ini. Kebanyakan kehamilan jenis ini akan mengakibatkan keguguran.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Radang Panggul?

Berikut ini adalah beberapa tips pencegahan infeksi radang panggul yang dapat Anda ikuti, yaitu:

  • Jangan pernah menyemprot bagian dalam v4gina.
  • Hindari penyakit menular seksual dengan cara menggunakan kondom bila pasangan Anda memiliki infeksi kelamin, setia pada satu pasangan saja, hindari penggunaan alkohol dan narkoba (biasanya pengguna alkohol / narkoba seringkali melakukan pergaulan bebas).

Penutup

Nah itulah informasi seputar penyakit radang panggul. Segeralah obati penyakit infeksi radang panggul tsb bila Anda ingin hamil dan mencegah terjadinya kerusakan organ reproduksi kewanitaan secara permanen.

Semoga ulasan tentang penyakit radang panggul di atas dapat bermanfaat ..

Sumber Referensi:
www.womenshealth.gov/publications/our-publications/fact-sheet/pelvic-inflammatory-disease.html; www.webmd.com/women/guide/what-is-pelvic-inflammatory-disease